Senin, 04 Juni 2018

Maaf, karena saya menaruh rasa padamu

Saya rindu sekali dengan kamu.
Saya ingin sekali bertemu denganmu.
Saya ingin sekali berbicara denganmu.
Saya ingin sekali ungkapkan, bahwa saya.. saya cinta sama kamu.

Saya sudah pendam rasa ini hampir satu tahun yang lalu, tak pernah saya berani katakan, karena saya takut kamu memilih pergi dan tidak mau melihat saya lagi.

Saya sering mencoba melupakan perasaan saya, tapi semakin saya coba semakin saya jatuh dalam lubang yang sama, saya jatuh cinta lagi, lagi dan lagi sama kamu.

Sering saya coba, mencari tau segalanya tentang kamu. Dari media sosialmu, tak banyak yang saya temukan, karena ternyata kamu orang yg tidak terlalu suka publikasi tentang kehidupanmu.

Tapi, tunggu.. di akun facebookmu, saya menemukan sebuah foto. Sebuah fotomu yang tersenyum manis menatap seorang gadis... Dug..jantung saya saat itu nyaris tak berdetak. Tapi, kemudian saya sadar foto itu sudah sangat lama. Terdapat keterangan waktu didalamnya.

Saya sudah lupa kapan persisnya, yang saya ingat foto itu sekitar 3 tahun yang lalu. Artinya..saya masih ada harapan. Mungkin saja itu bukan siapa siapa kamu lagi. Mungkin saja itu hanya mantan pacarmu dan sekarang dia sudah tidak berarti lagi.

Saya menghembuskan nafas lega. Hanya beberapa menit saja.

Namun pikiran saya tidak berhenti berpikir, saya  masih penasaran dengan gadis itu. Lalu saya klik kursor persis di wajahnya, saya temukan profil dia. Saya coba menyusuri linimasanya.

Dan, untuk kedua kalinya, jantung saya berhenti untuk beberapa detik, menyadari beberapa waktu yg lalu, belum lama dari saat saya melihat linimasa itu, terpampang jelas gambar gambar mesra kalian berdua. Bukan, bukan foto lama. Foto itu baru.

Sadarlah saya, bahwa kamu memang sudah ada yg punya. Detik itu juga, saya paksa diri saya untuk terima kenyataan, saya paksa diri saya untuk lupakan segenap perasaan.

Saya berdiam diri untuk beberapa bulan.
Saya coba nikmati hidup saya tanpa melihat keseharianmu di media sosial seperti yg biasa saya lakukan.

Tapi, kenapa malah kamu yang melihat keseharian saya. Kenapa malah kamu yang suka komentar status dan foto-foto yang saya bagikan dilinimasa saya. Saya terjebak lagi dalam percakapan denganmu, yg awalnya hanya basa basi saja, namun seiring waktu menjadi intens.

Saya salah apa? Kamu yang membuka ruang itu. Saya tdk berniat mengganggu kamu, tapi kamu beri saya harapan dengan terus memberi perhatian-perhatian kecil sama saya.
Betapa jahatnya kamu, sudah punya pacar tapi kok memperhatikan saya sebegitunya. Salah, kalau saya menikmati itu?

Daaaan.. hati saya sakit saat berhari-hari lamanya kamu tak beri saya kabar, tapi saya tidak berhak marah, karna sebenarnya, tak ada hubungan apa apa diantara kita.

Hanya saya saja yg menyukaimu.
Hanya saya saja yg mengagumimu.
Hanya saya saja yg berharap untuk bisa bersamamu sepanjang waktu.
Maafkan saya, atas rasa yang saya punya.

Saya tak kan ganggu kamu, pun hubunganmu dengannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar