Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Hati

Berdamailah dengan hatimu. Berdamailah dengan segala perasaan yang kau miliki untuknya. Untuk siapapun dia di masa lalumu. Kau sendiri paling tau, bahwa menyimpan rasa itu tidak lah benar. Semuanya sudah berakhir. Maka jangan lagi kau sulit api untuk membakar kayu yang telah lama padam. Aku tau, sulit bagimu begitu saja melupakan perasaan yang mekar begitu lama dalam relung hatimu yang terdalam. Tapi, kau kini telah dewasa. Maka dewasalah menyikapi perasaan yang tak lagi layak untuk dipelihara. Kau harus tau bahwa perasaan harus dikalahkan oleh logika dan kenyataan. Perasaan tak selalu harus dijunjung tinggi dan diperhatikan.

Jikapun segenap usahamu telah kau kerahkan, namun tak juga kau berhasil melupakannya, maka silakan nikmati perasaan itu, tanpa harus berkeinginan memilikinya lagi. Kau juga paling tau bahwa hakikatnya mencintai bukan berarti harus memiliki. Karena jika kau saja yang ingin, selamanya kalian berdua tidak akan bersama. Ibaratnya, kau menepuk sebelah tanganmu, sampai kapanpun tak kan pernah kau hasilkan bunyi. Yang harus kau lakukan hanyalah berusaha mengerti, bahwa kau dan dia tidak bisa bersama karena tak punya rasa yang sama. Bahwa dua orang yang bersama haruslah memiliki perasaan yang sama. Dalam kasus ini, hanya kau yang punya rasa. Hanya dirimu yang ingin bersama. Sedangkan dia tidak. Lalu adilkah ini baginya? Kau harus paham. Jika kau saja berhak berjuang mendapatkan cintamu, maka bukankah dia juga berhak memperjuangkan cintanya? Yang harus kau terima adalah, cintanya bukanlah kamu. Maka, sekali lagi aku katakan, dewasalah. Dewasalah menyikapi perasaan sebelah pihak itu.

Memang benar, perasaan tidak bisa disalahkan. Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa kau ciptakan dan kau ada-adakan. Dia muncul dengan sendirinya dari sudut hatimu secara perlahan. Namun kau bisa memilih, menjaganya untuk untuk tetap ada, atau berusaha melenyapkannya. Kau punya pilihan, bangkit lalu menatap masa depan, atau terus terbelenggu dengan perasaan yang tak lagi layak untuk kau pendam.

Tak perlu kau menangis. Usap air matamu. Lalu angkat dagumu, tatap lah kedepan. Nun jauh disana, seseorang yang lebih pantas akan datang menjemputmu, membawamu terbangun dari mimpi-mimpimu tentang cinta yang semu. Maka, hingga saat itu tiba, bersabarlah. Berdamailah dengan hatimu, karena seseorang itu akan membuatmu merasakan cinta yang sesungguhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gimana Rasanya Kena Covid?

Aku sudah melakukan isolasi mandiri di rumah sejak tanggal 16 Oktober. Berarti hari ini, tepat 2 6 hari aku mendekam disini. Tidak ada siapa-siapa yang bisa aku temui. Tidak ada ngopi-ngopi cantik yang biasa aku lakukan dengan teman-temanku untuk melepas penat sehabis bekerja. Tidak ada lagi liburan singkat di akhir pekan. Tidak ada kerjaan menumpuk yang selalu harus kuselesaikan tepat waktu. Kini semuanya terasa asing bagiku. Aku bukan introvert yang suka menyendiri. Aku lebih suka keramaian, bersama orang-orang yang bisa kuajak bicara dan berdiskusi. Biasanya, selalu ada teman-teman yang bisa diajak pergi. Mereka akan bersedia hanya dengan satu kode di whatsapp group seperti, "lagi pada ngapain guys?", mereka langsung paham kalo itu adalah kode ajakan keluar. Dan ditambah lagi selalu ada saja kegiatan-kegiatan yang harus aku hadiri. Maklum lah, kegiatan pramuka itu, nggak ada habisnya. Selama 6 tahun lebih di kota ini, aku hampir tidak pernah berada di rumah kecuali untuk...

Day 1 : Describe Your Personality

Aku bukan orang baik. Tapi, aku juga nggak jahat. Seperti layaknya manusia pada umumnya, aku adalah orang yang biasa-biasa saja. Satu hal yang aku sadari adalah aku nggak bisa fake . Kalau aku tidak menyukai seseorang, kalian langsung bisa melihat itu dengan jelas dari wajahku. Aku tidak akan tersenyum palsu di depan orang yang tidak aku senangi. Aku tidak akan pura-pura bahagia ketika sedih dan tidak akan pura-pura ceria disaat badmood . Aku suka berteman dengan siapa saja. Tapi sekali mereka menyakitiku, aku mungkin tidak bisa memaafkannya begitu saja. Jikapun bisa, kenangan buruk yang mereka buat tidak akan mudah untuk aku lupakan. Aku juga mudah menyayangi seseorang. Entah itu pasangan atau teman. Sekali aku memilih punya hubungan, aku akan menyayangi mereka dengan tulus, dan percaya apapun yang mereka katakan. Aku tidak suka berburuk sangka. Aku menganggap semua orang tulus seperti rasa tulusku kepada mereka. Maka, sekali dikhianati, aku akan merasakan sakit yang luar biasa. M...

Belajar Memahami Diri

Beberapa waktu yang lalu, aku belajar memahami diriku dengan menjawab 3 pertanyaan dibawah ini. Let me share the answers to you . 1.        Apa yang paling kusuka dari diriku sendiri? Aku orang yang sangat disiplin dan punya komitmen. Aku tipe orang yang menghindari sekali membatalkan janji, apalagi di detik-detik terakhir. Aku juga sangat bersih dan rapi, tidak mau membiarkan rumah tinggal dalam keadaan kotor karena tentu saja tidak nyaman ditempati. Aku tidak akan tidur jika penampilan sepreku masih berantakan, bahkan di saat hendak tidurpun aku harus rapi. Aku suka diriku yang tidak merepotkan orang lain, tidak pernah meminta orang lain menemaniku melakukan hal-hal sepele seperti berbelanja, makan di cafe, dan membeli buku, karena semuanya bisa aku lakukan sendiri. Aku suka diriku yang tidak suka membicarakan orang lain, tapi lebih menyukai pembicaraan yang sifatnya membuat pikiranku lebih produktif. Aku juga selalu bersedia ketika temanku meminta ba...